[Ketua Badan Kerja Sama Antar Perlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf . Foto: Eno/jk]

 

 

Ketua Badan Kerja Sama Antar Perlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf mengungkapkan, forum World Parlementary Forum on Sustainable Development (WPFSD) ke-2, akan memberikan perhatian serius pada persoalan energi terbarukan. Forum internasional yang digelar di Bali ini dihadiri oleh perwakilan dari parlemen yang berasal dari 45 negara.

 

“Kesulitan bagi negara energing country seperti Indonesia ini semuanya bergantung pada harga minyak. Ekonomi global sangat bergantung pada harga minyak. Kita mulai bicarakan bagaimana sustainable energy,” jelas Nurhayati di sela-sela menerima kedatangan perwakilan parlemen di Bali, Selasa (11/9/2018) malam.

 

Ia mengungkapkan saat ini parlemen dunia sudah mulai mendorong pemerintah agar kebijakan pemerintah di bidang energi tidak hanya bergantung pada fosil dan batu bara. Tapi harus berinovasi dan beralih ke energi yang berkelanjutan. Ketergantungan pada harga minyak tidak akan menjamin menuju perekonomian yang stabil.

 

Perhatian perlemen pada persoalan energi semata-mata untuk mendukung  program-program pemerintah. Politisi Partai Demokrat itu menyampaikan, untuk mewujudkan kebijakan energi yang terbarukan eksekutif dan legislatif harus bekerjasama. 

 

DPR RI menyadari kerja sama antara eksekutif dan legislatif dalam kebijakan yang mengarah pada energi terbarukan sangat diperlukan. Oleh sebab itu, dalam forum ini turut mengundang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

 

“Menteri ESDM Ignasius Jonan akan hadir, Kepala Bappenas juga hadir. Jadi ini memang sebetulnya, diplomasi parlemen diperuntukkan untuk kebijakan-kebijakan luar negeri pemerintah, yang berdampak pada kemaslahatan dalam negeri,” jelas Nurhayati. (eko/sf)