[Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf saat memimpin pertemuan Delegasi BKSAP DPR RI dengan Kementerian Ekonomi Nasional Kazakhstan Komite Statistik di Astana, Kazakhstan.Foto :Dok/rni]

 

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf mengatakan bahwa untuk menerapkan dan memantau kemajuan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), serta untuk pengambil keputusan, dibutuhkan data dan statistik yang akurat, tepat waktu, relevan, dapat diakses, dan mudah digunakan.

 

Hal itu ia ungkapkan saat memimpin pertemuan Delegasi BKSAP DPR RI dengan Kementerian Ekonomi Nasional Kazakhstan Komite Statistik di Astana, Kazakhstan, Jumat, (26/10/2018). Masih terkait SDGs, kedua belah pihak juga berdiskusi tentang upaya untuk memperkuat kualitas dan ketersediaan data statistik untuk manajemen, desain program dan kinerja pemantauan.

 

Legislator Partai Demokrat ini berbagi pengalaman pencapaian Indonesia di bidang SDGs dengan pihak Kazakhstan. Menurutnya, semua negara perlu untuk memanfaatkan sepenuhnya data dalam mencapai sasaran dan target dari Agenda 2030.

 

“Kita perlu mengembangkan alat dan kerangka kerja baru untuk mengintegrasikan sumber data baru. Dalam hal ini, Indonesia telah mengembangkan sistem untuk meningkatkan tata kelola data itu sendiri dalam sektor publik melalui apa yang dinamakan One Data Initiative,” jelas Nurhayati.

 

Ia menambahkan, Inisiatif Satu Data ini diharapkan sesuai dengan upaya pemerintah untuk memantau SDG, terutama yang berkaitan dengan ketersediaan data pemerintah serta memiliki informasi yang tepat waktu dan dapat diandalkan dari masing-masing pemerintah kabupaten/ kota untuk merancang peta jalan yang dilokalkan dan mengelola target tertentu.

 

Di akhir pertemuan, ia menyampaikan kepada semua pihak untuk memanfaatkan teknologi untuk implementasi SDGs. Kepada para pejabat Kementerian Ekonomi Nasional Kazakhstan Komite Statistik, ia mencontohkan bahwa Pemerintah Indonesia telah mengeksplorasi aset visualisasi data yang salah satunya berbentuk dashboard.

 

Legislator daerah pemilihan Jawa Timur ini menjelaskan, alat ini adalah perangkat yang memvisualkan indikator-indikator SDGs, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), ekonomi, infrastruktur, dan tema lainnya dalam bentuk kombinasi grafik, peta, dan tabular.

 

Alat interaktif ini dirancang oleh Pulse Lab Jakarta melalui konsultasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk melacak kemajuan SDGs di seluruh kepulauan yang beragam di Indonesia. Dashboard ini menampilkan informasi terkait 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di 34 provinsi. (sf)