[Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya saat mengikuti Pertemuan Kemitraan Parlemen Asia-Eropa (ASEP) ke-11 yang dilakukan secara virtual dari Jakarta, Selasa (16/11/2021). Foto: Runi/Man]

 

Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pemulihan ekonomi nasional. Diharapkan ke depan dukungan terhadap UMKM terus ditingkatkan.

 

“Ke depan, Pemerintah Indonesia bisa menumbuhkan UMKM-UMKM agar bergerak kembali. Mengingat, UMKM memiliki peranan penting dalam menyerap tenaga kerja Indonesia dan berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional,” ungkap Agung Rai usai mengikuti Pertemuan Kemitraan Parlemen Asia-Eropa (ASEP) ke-11 yang dilakukan secara virtual dari Jakarta, Selasa (16/11/2021).

 

UMKM merupakan tulang punggung bagi perekonomian nasional dengan menghasilkan 60 persen dari PDB. Karena  itu, upaya dan dukungan pemerintah sangat penting untuk membantu UMKM bertahan di masa pandemi. Agung Rai mengatakan, sebelum pandemi, Indonesia telah memberlakukan beberapa peraturan perundang-undangan terkait UMKM, e-commerce dan ekonomi digital yang terbukti efektif dalam melindungi sektor strategis di masa pandemi.

 

“Serta Omnibus Law Cipta Kerja juga yang telah disahkan pada November 2020 oleh DPR RI, bertujuan untuk menarik investasi, menciptakan lapangan kerja baru dan merangsang perekonomian,” jelas politisi PDI-Perjuangan itu. Ia menambahkan, kebijakan afirmatif tersebut dibutuhkan untuk mendorong pengembangan ekonomi UMKM serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan.

 

Dengan berbagai kebijakan itu serta adanya UU Cipta Kerja maka diharapkan investor asing akan segera masuk ke Indonesia untuk bisa mempercepat pemulihan ekonomi. Ia juga mendorong pemerintah terus mengoptimalkan kebijakan stimulus yang telah dikeluarkan untuk menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional yang sudah mulai terlihat. Termasuk stimulus untuk mempercepat pemulihan di sektor pariwisata, sebagai salah satu sektor paling terdampak pandemi. Bangkitnya pariwisata dinilai akan berdampak positif pada UMKM nasional.

 

Sisi lain, meski masih dalam kondisi pandemi, legislator dapil Bali ini mengapresiasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 hingga level 4, dimana saat ini sebagian besar daerah sudah memasuki level 1 dan 2. Ia berharap, kondisi dan situasi pandemi tetap terkendali sehingga perekonomian bisa kembali bergeliat.

 

“Apalagi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pariwisata, atau event – event besar bisa terselenggarakan kembali sehingga pertumbuhan ekonomi bisa kembali pulih, tentunya dengan tetap disiplin protokol kesehatan,” ungkap Anggota Komisis XI DPR RI itu. (rni,ann/sf)