PARLEMENTARIA, Jakarta – Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Mazaat, mengapresiasi rencana tampilnya Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80. Ia menilai pidato perdana Presiden Prabowo di forum internasional tersebut akan menjadi tonggak penting diplomasi Indonesia di mata dunia.

 

“Ini bukan sekadar forum internasional, tetapi momentum strategis untuk menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara besar dengan misi perdamaian, keadilan, dan kerjasama global,” ujar Syahrul dalam keterangannya dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Gedung Nusantara I DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). 

 

Legislator dari Fraksi PKS ini pun menyebut, gagasan diplomasi Nusantara yang akan diangkat Presiden Prabowo merefleksikan karakter bangsa Indonesia yang menjunjung kearifan lokal, semangat gotong royong, serta nilai kemanusiaan universal. 

 

Hal ini, lanjutnya, akan memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa yang aktif memberikan solusi dalam menghadapi tantangan global, mulai dari krisis pangan, perubahan iklim, ketidakadilan ekonomi, hingga konflik geopolitik.

 

“Diplomasi Nusantara menempatkan musyawarah, keadilan, dan keseimbangan sebagai fondasi hubungan antarbangsa. Pidato Presiden Prabowo saya yakin akan membawa warna baru bagi diplomasi Indonesia dan menunjukkan kepemimpinan moral kita di dunia,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, kehadiran Indonesia melalui pidato Presiden Prabowo di PBB harus dimaknai sebagai langkah nyata bahwa bangsa ini bukan sekadar penonton, melainkan penentu arah peradaban global menuju tatanan yang lebih adil, damai, dan manusiawi.

 

“Kita optimis pidato ini akan menjadi salah satu tonggak sejarah politik luar negeri Indonesia. Mudah-mudahan, melalui forum ini, cita-cita perdamaian dunia dapat semakin terwujud,” pungkasnya. (ujm/aha)