PARLEMENTARIA, Jakarta – Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI menerima kunjungan Duta Besar Albania untuk Indonesia dalam rangka penguatan hubungan bilateral, seiring dengan terbentuknya Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Indonesia-Albania. Pertemuan tersebut membahas peningkatan kerja sama konkret yang diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.


Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, mengatakan bahwa hubungan Indonesia dan Albania memiliki potensi besar untuk terus ditingkatkan, terutama mengingat hingga saat ini Indonesia belum memiliki perwakilan diplomatik tetap di Albania dan masih diampu oleh negara lain.


“Hari ini kami menyambut kedatangan Duta Besar Albania untuk Indonesia. Dalam pertemuan tersebut disampaikan perlunya peningkatan kerja sama bilateral, mengingat Indonesia belum memiliki Duta Besar yang berkedudukan langsung di Albania,” ujar Syahrul usai pertemuan di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu, (14/1/2026).


Ia menambahkan, pemerintah Albania juga menyampaikan rencana kunjungan Presiden Albania ke Indonesia dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara.


“Mudah-mudahan kunjungan Presiden Albania ke Indonesia nanti dapat menjadi momen strategis untuk mendorong peningkatan kerja sama yang lebih konkret,” jelasnya.


Dalam pertemuan tersebut, Albania juga menyampaikan kebutuhan tenaga kerja asal Indonesia dalam jumlah besar. Syahrul mengungkapkan bahwa Albania membutuhkan sekitar 40.000 tenaga kerja migran Indonesia yang akan ditempatkan di sektor perusahaan.


“Sebelumnya sempat dibahas melalui letter of intent dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk sekitar 20.000 tenaga kerja. Namun, hari ini disampaikan bahwa kebutuhannya mencapai 40.000 tenaga kerja,” ungkapnya.


Selain kerja sama ketenagakerjaan, kedua negara juga membahas peluang kerja sama di sektor pariwisata, termasuk rencana penyusunan perjanjian terkait kunjungan wisatawan.


Lebih lanjut, Syahrul menjelaskan bahwa hubungan Indonesia dan Albania selama ini terjalin secara bersahabat dan terus berkembang positif. BKSAP memandang Albania sebagai mitra penting Indonesia di kawasan Balkan, khususnya dalam konteks hubungan Albania dengan Uni Eropa, sementara Indonesia memiliki peran strategis di kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik.


Menurutnya, posisi strategis tersebut menjadi dasar kuat bagi penguatan kerja sama bilateral yang lebih luas, termasuk melalui peningkatan hubungan antarparlemen kedua negara secara intensif.


BKSAP juga melihat peluang penguatan kerja sama people to people, khususnya di bidang pendidikan tinggi dan akademik melalui pertukaran pelajar, riset, dan budaya. Kesamaan latar belakang masyarakat Muslim di kedua negara dinilai dapat menjadi landasan bagi penguatan dialog antaragama, toleransi, dan diplomasi budaya.


Syahrul menegaskan, BKSAP DPR RI menyambut baik seluruh peluang kerja sama tersebut dan berharap hubungan bilateral Indonesia–Albania dapat terus ditingkatkan secara konkret dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.


“Kami menyambut baik peluang ini. Setiap hubungan diplomasi harus memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tegas Politisi Fraksi PKS tersebut. (bit/aha)