PARLEMENTARIA, Jakarta - Indonesia dan Kuba menegaskan komitmen bersama untuk memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, kedaulatan negara, dan solidaritas internasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Kuba untuk Republik Indonesia, H.E. Ms. Dagmar González Grau di Ruang Diplomasi, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Syahrul Aidi menyampaikan, Indonesia dan Kuba memiliki sejarah panjang hubungan diplomatik sejak 1960 serta kesamaan pandangan dalam memperjuangkan prinsip non interferensi, penghormatan terhadap kedaulatan negara, dan keadilan internasional, khususnya melalui forum multilateral seperti Gerakan Non-Blok (GNB), G77, dan kerja sama Selatan–Selatan.
“Kuba termasuk negara yang aktif menyuarakan kebebasan Palestina di forum PBB. Indonesia dan Kuba memiliki kesamaan semangat dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia. Solidaritas ini menjadi landasan penting dalam hubungan kedua negara,” ujar Politisi Fraksi PKS.
Ia menegaskan bahwa berbagai tindakan yang mengabaikan hukum internasional dan melemahkan kedaulatan negara tidak seharusnya terjadi. Oleh karena itu, menurutnya, negara-negara yang memiliki kepedulian terhadap perdamaian dan keamanan dunia perlu memperkuat solidaritas dan kerja sama internasional.
Dalam pertemuan tersebut, Syahrul Aidi juga menyoroti pentingnya diplomasi parlemen sebagai instrumen untuk memperkuat dukungan regional dan global, termasuk melalui ASEAN. Ia mengingatkan kembali pertemuan delegasi BKSAP bersama negara-negara ASEAN di Havana pada Agustus 2025 yang menekankan pentingnya solidaritas ASEAN–Kuba di tengah tekanan politik dan ekonomi global.
Selain isu kemanusiaan global, ia menyampaikan Indonesia dan Kuba telah menjalin berbagai bentuk kerja sama di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta sosial dan budaya. Namun, ia mengakui bahwa sebagian kerja sama tersebut masih perlu didorong agar lebih konkret dan terimplementasi dalam bentuk aksi nyata.
Melalui BKSAP DPR RI, ia mendorong agar berbagai kerja sama yang telah disepakati dapat dirumuskan secara lebih terarah dan ditindaklanjuti bersama, dengan melibatkan komisi-komisi terkait di DPR RI. Sebagai penutup, Syahrul Aidi menegaskan komitmen BKSAP DPR RI untuk terus mempererat kemitraan strategis Indonesia dan Kuba di berbagai bidang, dengan menjadikan solidaritas kemanusiaan dan keadilan global sebagai fondasi utama hubungan bilateral kedua negara. (bit/um)

Edukasi Diplomasi Parlemen